Tampilkan postingan dengan label MATERI TARBIYAH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MATERI TARBIYAH. Tampilkan semua postingan

Minggu, 21 September 2014

MENYEBARLUASKAN SALAM

SALAM DALAM KEHIDUPAN MUSLIM

            Kata salam dalam Bahasa Arab mempunyai arti keselamatan, kesejahteraan atau kedamaian. Beberapa hal yang berkenaan dengan salam adalah:

Dalil

1.        Al Qur’an
Allah SWT berfirman:”Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. Yang demikian itu lebih baik bagimu, agar kamu (selalu) ingat” (An Nuur [24]: 27).
Allah SWT berfirman:”… Maka apabila kamu memasuki (suatu rumah dari) rumah-rumah (ini) hendaklah kamu memberi salam kepada dirimu sendiri. Salam yang ditetapkan dari sisi Allah, yang diberi berkah lagi baik. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat (Nya) bagimu, agar kamu memahaminya” (An Nuur [24]: 61).
2.        Hadits
Rasulullah Saw bersabda:”Demi Dia yang diriku berada di tangan-Nya! Kalian tidak akan masuk surga hingga kalian beriman. Dan kalian tidak akan beriman hingga kalian saling berkasih-sayang. Maukah kalian saya tunjukkan suatu perkara yang apabila kalian kerjakan, maka akan tumbuh rasa kasih-sayang di antara kalian? Sebarkan salam di antara kalian!” (HR. Muslim).
Rasulullah SAW bersabda:”Wahai manusia! Sebarkanlah salam, berilah makanan, sambunglah tali silaturahmi dan shalatlah ketika manusia lain tengah tertidur; niscaya kamu akan masuk surga dengan selamat sejahtera” (At Tirmidzi).

MEMENUHI JANJI

POKOK-POKOK MATERI
1.      Dalil-dalil tentang tepat janji
  1. Perintah Allah: “Wahai orang-orang beriman, tepatilah janji…” QS. Al Maidah/5:1
  2. Perintah Allah : “ …dan penuhilah janji, sesungguhnya janji itu pasti diminta pertanggung jawabannya” Qs. Al Isra’/17:34
  3. Allah memuji orang-orang yang menepati janji, sebagai orang-orang yang benar imannya dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa. QS. Al Baqarah/2: 177
  4. Sabda Nabi : “Barang siapa yang menipu maka ia tidak termasuk umatku” HR. AtTirmidziy

2.      Kewajiban tepat janji dan ancaman bagi yang todak menepatinya
  1. Tidak menepati janji adalah salah satu ciri kemunafikan. Rasulullah bersabda : “Ada empat hal jika ada pada seseorang maka jadilah ia munafik tulen, dan jika ada sebagainnya maka ia memiliki ciri-ciri kemunafukan, hingga ia bisa meninggalkannya. 1). Jika dipercaya ia berkhianat, 2). Jika berbicara ia berdusta, 3). Jika berjanji mengingkari, 4). Jika berdebat ia curang.” Muttafaq alaih

KEUTAMAAN MEMBACA AL QUR’AN

Gambar :http://www.tempo.co/read/beritafoto/17252/Ajak-Warga-Mengaji-Komunitas-ODOJ-Gelar-Ngaji-di-Jalanan/4

1.      Al Qur’an adalah Kalamullah
  1. Kitab yang Mubarak (diberkahi) QS. 6 : 92
  2. Menunun kepada jalan yang lurus Qs. 17 : 9
  3. Tidak ada sedikitpun kebatilan di dalamnya QS. 41: 42

2.      Membaca Al Qur’an adalah sebaik-baik amal perbuatan.
Rasulullah bersabda : “Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar dan mengajarkan AL Qur’an” HR Al Bukhariy dari Utsman bin Affan.

3.      Al Qur’an akan menjadi syafi’ penolong di hari kiamat.
Rasulullah bersabda : Bacalah Al Qur’an sesungguhnya ia akan menjadi penolong pembacanya di hari kiamat “ HR Muslim dari Abu Umamah.

ISTIQOMAH

POKOK-POKOK MATERI

  1. Definisi istiqomah baik secara etimologi maupun terminologi
  2. Dasar dan dalil-dalil istiqomah
  3. Faktor-faktor yang melahirkan istiqomah
  4. Dampak dan buah istiqomah
  5. Manifestasi istiqomah
 

MUKADIMAH


Setiap muslim yang telah berikrar bahwa Allah Rabbnya, Islam agamanya dan Muhammad rasulnya, harus senantiasa memahami arti ikrar ini dan mampu merealisasikan nilai-nilainya dalam realitas kehidupannya. Setiap dimensi kehidupannya harus terwarnai dengan nilai-nilai tersebut baik dalam kondisi aman maupun terancam. Namun dalam realitas kehidupan dan fenomena umat, kita menyadari bahwa tidak setiap orang yang memiliki pemahaman yang baik tentang Islam mampu meimplementasikan dalam seluruh sisi-sisi kehidupannya. Dan orang yang mampu mengimplementasikannya belum tentu bisa bertahan sesuai yang diharapkan Islam, yaitu komitmen dan istiqomah dalam memegang ajarannya dalam sepanjang perjalanan hidupnya.
Maka istiqomah dalam memegang tali Islam merupakan kewajiban asasi dan sebuah keniscayaan bagi hamba-hamba Allah yang menginginkan husnul khatimah dan harapan-harapan surgaNya. Rasulullah saw bersabda:
قال رسول الله صلى الله عليه و سلم: "قاربوا وسد د وا واعلموا أنه لن ينجو أحد منكم بعمله"، قالوا: ولا أنت يا رسول الله؟ قال: "ولا أنا إلا أن يتغمد ني الله برحمة منه وفضل" رواه مسلم
“Rasulullah saw bersabda: “Berlaku moderatlah dan beristiqomah, ketahuilah sesungguhnya tidak ada seorangpun dari kalian yang selamat dengan amalnya. Mereka bertanya: “Dan juga kamu Ya … Rasulullah, Beliau bersabda: “Dan juga aku (tidak selamat juga) hanya saja Allah swt telah meliputiku dengan rahmat dan anugerahNya.” (HR Muslim dari Abu Hurairah)

THAHARAH ( KEBERSIHAN ATAU KESUCIAN DALAM ISLAM )

NASKAH PESONA ISLAM

Rubrik                        : Fiqih Kehidupan
Tema                           : Thaharah (Kebersihan atau Kesucian) dalam Islam
Narasumber               : Dr. Salim Segaf al-Jufrie
Presenter                    : Amang Syafrudin, Lc.


I.                   MUKADIMAH


“…Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni'mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu….” (al-Maa-idah: 3)

Melalui ayat di atas, Allah SWT ingin menjelaskan kepada kita bahwa Dia telah menyempurnakan ajaran-ajaran-Nya melalui risalah terakhir, yaitu agama Islam. Agama terakhir yang memuat seluruh nilai-nilai kehidupan. Agama yang merupakan inti ajaran risalah-risalah sebelumnya, agama yang dijadikan Allah SWT sebagai “way of life”  bagi umat manusia. Memang, agama ini merupakan nidzom (aturan) kehidupan yang sifatnya universal dan mengandung nilai yang sangat integral. Tidak ada satu ruang kehidupan pun yang sepi dari sentuhan nilai-nilainya.
Karenanya, selain aqidah, ibadah, dan akhlak, Islam juga berbicara tentang kesucian dan kebersihan. Kebersihan yang mencakup semua aspek, baik yang berkaitan dengan  aspek lahiriah maupun batiniah. Allah berfirman mengenai hal ini dalam kitab-Nya.

“dan pakaianmu bersihkanlah, dan perbuatan dosa (menyembah berhala) tinggalkanlah.” (al-Muddatstsir: 4-5)

MA’RIFATUL ISLAM


D.1. MAKNA ISLAM

Sasaran Pembelajaran :
þ Memahami dasar-dasar yang membentuk istilah Islam serta mampu membedakan dari dasar-dasar konsep hidup yang lain.
þ Memahami bahwa Islam adalah tunduk kepada wahyu yang diturunkan kepada para nabi sebagai aturan yang merupakan jalan lurus menuju keselamatan kehidupan dunia dan akhirat.
þ Menyadari bahwa Islam adalh pedoman hidup dari Allah yang tinggi dan tiada kerendahan di dalamnya.
 
Sinopsis :
Islam secara etimologis memiliki makna :
§ menundukkan wajah (QS. 4 : 125)
§ berserah diri (QS. 3 : 83)
§ suci, bersih (QS. 26 : 89)
§ selamat, sejahtera (QS. 6 : 54)
§ perdamaian (QS 47 :35)

RIJALUD DA'WAH

رِجَالُ الدَّعْوَةِ
RIJALUD-DA’WAH

Oleh: Ahmad Madany


Jika kita membicarakan salah satu tokoh diantara tokoh ummat yang pernah hidup dalam perjalanan sejarah, kita akan menemukan persamaan antara tokoh yang satu dengan tokoh lainnya. Persamaan itu dapat kit aambil titik temunya, mereka adalah orang-orang yang memiliki:
One.Quwwatur-ruh, dan
Two.Quwwatul qalb.
Dengan kekuatan ini, kuat pula segala hal lain yang mereka miliki.
Benar apa yang diungkapkan oleh Bisyr Al Khothib yang dikutip oleh Syekh Ahmad Rasyid dalam kitabnya, katanya: “Cukuplah bagimu, engkau melihat orang-orang yang telah mati yang ketika sejarah hidupnya dipelajari hati menjadi hidup, sebagaimana ada pula manusia-manusia yang hidup diantara kita yang dengan melihatnya hati kita menjadi mati”.
Rasulullah saw pernah bersabda dalam sebuah hadits shahih yang banyak dikutip dalam buku-buku sirah, ketika para sahabat menceritakan kepribadian Umar ra, Rasulullah saw bersabda:
إِنَّهُ قَدْ كَانَ فِيمَا مَضَى قَبْلَكُمْ مِنَ الْأُمَمِ مُحَدَّثُونَ وَإِنَّهُ إِنْ كَانَ فِي أُمَّتِي هَذِهِ مِنْهُمْ فَإِنَّهُ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ  (رواه أحمد والبخاري).
“Sesungguhnya pada setiap ummat ada orang yang mendapatkan ilham (muhaddits). Sesungguhnya jika di dalam ummatku ada muhaddits, maka dia adalah Umar”.

MA'RIFATUL QURAN




Ma'rifatul Qur'an

Pendahuluan
AI-Quran adalah kalamullah. la telah diturunkan oleh Allah s.w.t kepada nabi Muhmmad s.a.w sebagaimana Idtab Taurat, Injil  .dan Zabur diturunkan kepada nabi-nabi sebelum baginda s.a.w.   AI-Quran merupakan rujukan asal kepada risalah islam. Sesiapa  yang tidak rnerujuk kepada al-Quran bermakna dia jauh dari panduan dan rujukan Islam. AI-Quran merupakan kitab petunjuk dan pembawa rahmat kepada sekelian alarn. Segala panduan terhadap aturan hidup dan kehidupan antara manusia dengan Tuhan, alam, masyarakat dan diri sendiri termuat di dalam AI-Quran. Sesiapa yang mendekati sumber hidayah ini insya  Allah akan tersentuh dengan petunjuknya dan sesiapa yang tidak mendekatinya wal'iyaazubillah .... akan jauh dari hidayahnya.
AI-Quran yang merupakan kalamullah itu adalah mukjizat yang cukup hebat, tetap dan kekal walaupun melalui peredaran zaman. Mukjizat yang mencabar jin dan juga manusia.  Mukjizat yang menjadikan semua pendukung kesesatan dan ekstremes nafsu terduduk membisu.  Allah telah rnenjadikan al-Quran sebagai basahan hati kepada mereka yang mempunyai penglihatan dan makrifat. Mukjizat al-Quran ini tidak menjadi usang lantaran penolakan berterusan oleh golongan yang tidak beriman dan juga peredaran masa. Mukjizat ini tetap dijaga oleh Allah seperti yang dijanjikan olehnya di dalam al-Quran (15: 9) Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan az-Zikra (al-Quran) dan Kami yang akan menjaganya.

MA'RIFATUR RASUL

MA’RIFATUR RASUL


Pendahuluan


Mengenal Rasul adalah suatu kewajiban bagi setiap muslim untuk mengamalkan Islam secara sempurna.  Tanpa Rasul maka kita tidak dapat melaksanakan Islam dengan baik.  Kehadiran Rasul memberikan panduan dan bimbingan kepada kita bagaimana cara mengamalkan Islam.  Dengan demikian Rasul adalah penting bagi muslim sebagai metod atau tariqali untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Mengenal Rasul tidak sahaja dalam bentuk fisikal atau penampilannya tetapi segala aspek syar’I berupa sunnah yang didedahkan Nabi kepada kita samada tingkah laku, perkataan ataupun sikap.  Pengenalan kepada Rasul dapat dilihat melalui sirah nabi yang menggambarkan kehidupan Nabi serta latar belakangnya seperti nasab.  Kemudian melalui sunnah dan dakwah Nabi pun dapat memberikan penjelasan siapa Nabi sebenarnya.

MA'RIFATULLAH



Pendahuluan


Mungkin ada di kalangan kita yang bertanya kenapa pada saat ini kita masih perlu berbicara tentang Allah padahal kita sudah sering mendengar dan menyebut namaNya dan kita tahu bahawa Allah itu Tuhan kita.  Tidakkah itu sudah cukup untuk kita ?

Saudaraku, jangan sekali kita merasa sudah cukup dengan pemahaman dan pengenalan kita terhadap Allah karena semakin kita memahami dan mengenaliNya kita merasa semakin hampir denganNya.  Kita juga mau agar terhindar dari pemahaman-pemahaman yang keliru terhadap Allah dan terhindar juga dari sikap-sikap yang salah dari kita terhadap Allah.

Ketika kita membicarakan tentang makrifatullah, bermakna kita berbicara tentang Rabb, Malik dan Ilah kita.  Rabb yang kita pahami dari istilah Al-Qur’an adalah sebagai Pencipta, Pemilik, Pemelihara dan Penguasa.  Manakala Ilah pula mengandung arti yang dicintai, yang ditakuti dan juga sebagai sumber pengharapan.  Kita boleh lihat hal ini di dalam surat An-Naas : 1-3

MAKNA SYAHADAT

MAKNA ASSYAHADATAIN

Pendahuluan


Kalimah syahadatain adalah kalimat yang tidak asing lagi bagi umat Islam.  Kita senantiasa menyebutnya setiap hari, misalnya ketika shalat dan azan.  Kalimah syahadatain sering diucapkan oleh ummat Islam dalam pelbagai keadaan.  Sememangnya kita menghafal kalimah syahadah dan dapat menyebutnya dengan fasih, namun demikian sejauh manakah berkesan kalimah syahadatain ini difahami dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari ummat Islam ?

Soalan tersebut perlu dijawab dengan realiti yang ada.  Tingkah laku ummat Islam yang terpengaruh dengan jahiliyah atau cara hidup Barat yang memberi gambaran bahawa syahadah tidak memberi kesan lainnya seperti tidak menutup aurat, melakukan perkara-perkara larangan dan yang meninggalkan perintah-Nya, memberi kesetiaan dan taat bukan kepada Islam, dan mengingkari rezki atau tidak menerima sesuatu yang dikenakan kepada dirinya.  Contoh ini adalah wujud dari seseorang yang tidak memahami syahadah yang dibacanya dan tidak mengerti makna yang sebenarnya dibawa oleh syahadah tersebut